8 November 2020

kesimpulan wearable device

 dengan adanya wearable device dapat mempermudah beberapa hal, seperti menggunakan smart watch kita dapat mengetahui beberapa hal tentang diri kita tanpa harus ke rumah sakit atau menggunakan alat medis, seperti mengetahui blood preasure, detak jantung, dengan smart watch juga dapat mengetahui berapa kalori yang kita habiskan dalam sehari/seminggu/sebulan.

wearable device

 Mengenai wearable device dimana sistem maupun teknologi canggih yang dibuat lebih difungsikan untuk kebutuhan kita sehari-hari. Teknologi tersebut dapat dipakai atau melekat di tubuh si pengguna. Identik dengan ukuran yang kecil namun memiliki segudang manfaat. Wearable device sering disingkat wearables merupakan teknologi yang dikenakan di tubuh manusia dan menangkap data yang dapat berguna untuk kepentingan pribadi maupun industri. Saat ini penggunaan wearables banyak digunakan untuk memonitor kesehatan atau kebugaran pribadi maupun untuk meningkatkan efisiensi atau keselamatan di pekerjaan. Secara umum, sistem elektronik wearables terdiri dari beberapa sensor pintar (smart sensor), antara lain wearable materials, actuators, power supplies, wireless communication modules and links, control and processing units, an interface for the user (UI), dan software. Yang merupakan otak dari wearable adalah algoritma untuk penggalian dan analisa data dan memberi informasi untuk mengambil keputusan. Contohnya, seperti smartwatch yang masih menjadi tren hingga saat ini. Perangkat elektronik ini berbentuk seperti jam tangan yang terhubung dengan smartphone. Near-universal understanding dari smartwatch sebenarnya memanfaatkan teknologi nirkabel untuk berkomunikasi dengan smartphone. Smartwatch dirancang untuk jaringan dan mengintegrasikan dengan perangkat pribadi lainnya melalui Wi-Fi dan teknologi Bluetooth. Perangkat ini tidak dirancang untuk menjadi pengganti ponsel akan tetapi dimaksudkan untuk alert, seperti pesan maupun panggilan tidak terjawab.

2 Juni 2020

Manaj. Layanan Sistem Informasi Tugas VClass Softskill Pertemuan 2

  1. Sebutkan dan jelaskan serta berikan contoh  standar operasional manajemen IT Untuk administrator aplikasi !
    Aplikasi Administrator, dikenal juga dengan sebutan, Back-end, Panel Admin atau Panel Kendali adalah, antarmuka dimana para administrator dan petugas-petugas situs lainnya yang memiliki hak istimewa .
    Contoh
    Misalnya dalam menjalankan SOP eMonev bagi admin eMONEV pada Kota Surabaya, Kewenangan Admin eMonev antara lain adalah:
    a.Membuka akses pengisian relialisasi (ouput maupun pentahapan output).
    b.Melakukan monitoring pengisian relialisasi (ouput maupun pentahapan output).
    c.Melakukan monitoring keterisian realisasi Output sub kegiatan maupun realisasi pentahapan output.
    d.Melakukan sinkronisasi target sub kegiatan (ouput maupun pentahapan output) pada opsplan

  2. Sebutkan dan jelaskan serta berikan contoh standar operasional manajemen IT Untuk user atau operator aplikasi !
    User Operator memiliki kewenangan untuk mengentry semua data yang ada pada aplikasi Laporan Berkala dan memvalidasi laporan . melakukan pengentrian form, yang terdiri dari menu-menu yang terdapat pada sebuah aplikasi misalnya website
    Contoh :
    Uraian Tugas Web Administrator. Dalam profesi ini seseorang bertugas bertugas untuk memelihara situs web khususnya pada server serta dapat memahami secara mendalam tentang sistem operasi yang digunakan server, proses penginstalan, memahami jaringan LAN, WAN, keamanan data server, dan dapat mengatasi masalah Troubleshooting.

  3. Metode apa yang anda gunakan utk menjaga server agar performancenya tetap baik dan stabil ?
    Six Sigma
    Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.

23 April 2020

Quiz VClass Softskill Pertemuan 1

1. Sebutkan dan Jelaskan komponen dari I.T.I.L serta berikan contoh
2. Sebutkan dan jelaskan tujuan dari I.T.I.L

Jawaban :

No 1.
A.    Service Support
Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT sehari-hari, seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses Support dari IT dan bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management. komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing-masing yaitu:
1.Service desksebagai single point of contact
2.Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum diimplementasi
3.Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident

B.     Service Delivery
Komponen-komponen dari Service Delivery adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari. Contohnya dalam bagian IT Service Continuity Management, misalnya dilakukannya service level agreement (SLA), melakukan Risk Management berfungsi untuk mengetahui dan dapat mengidentifikasi bentuk resiko, menentukan tingkat resiko yang akan terjadi, untuk mengetahui asset mana saja yang mempunyai resiko, dan sebagainya. ITIL memberikan dasar dan konsep IT sebagai bagian dari service ke customer atau user, bagaimana proses yang baik antara satu entity dengan entity lainnya. ITIL meliputi service support, service delivery, rencana pengembangan service management, ICT infrastructure management, application management, business perspective, security management, dan software asset management. Service support dan service delivery merupakan area utama, yang disebut juga IT Service Management (ITSM). Secara bersama-sama, dua area ini mengandung beberapa disiplin yang bertanggung jawab untuk penentuan dan manajemen pelayanan Teknologi Informasi (TI) yang efektif.

 Sumber :

http://jti.respati.ac.id/index.php/jurnaljti/article/viewFile/52/45

No 2.
a.Customer Care

Konsep ini penting dalam mengelola layanan IT bagi pelanggan, yaitu dengan menempatkan kebutuhan pelanggan pada posisi utama. Artinya, fokus utama bukan terletak pada sistem baru atau pada kekuatan infrastruktur melainkan yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan fungsional pelanggan dengan menyediakan solusi yang akurat dan optimal.

b. The Service Life Cycle

Lima fase siklus hidup penyediaan servis berkelanjutan bagi pelanggan terdiri dari, service strategy, service design, service transition, service operation, dan continuous service improvement. Siklus ini akan menyediakan keseluruhan strategi bagi organisasi IT, yang kemudian akan digunakan untuk mengarahkan bagaimana servis akan didesain, ditransisisi, didukung, dan dikembangkan untuk memberikan nilai maksimum kepada pelanggan dan semua pemangku pentingan. Keberlanjutan lima fase dalam siklus ini akan membentuk sebuah pedoman yang berisikan sekumpulan informasi serta best practices yang dapat digunakan untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan ini bisa berupa terjalinnya hubungan yang erat dengan pelanggan ataupun memungkinkan dibuatnya sebuah perencanaan yang matang mengenai sumber daya, tenaga ahli, dan budget yang dibutuhkan.

c. The Process Concept

Konsep proses berkaitan tentang alur aktivitas yang dilakukan dalam organisasi, dimana mencakup pembuatan indikator kinerja untuk mengukur apakah hasil dari program atau projek tertentu dapat mendukung serta memberi nilai tambah bagi proses-proses yang sudah didefiniskan dalam perushaan.

d. The Quality Concept

Konsep ini menjelaskan bahwa kualitas dari pelayanan merupakan sebuah kesempatan untuk memenuhi harapan pelanggan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Artinya, pelanggan bisa loyal dan merasa puas akan pelayanan ketika perusahaan bisa menghargai semua kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dalam waktu yang tepat, dan layanan yang diberikan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dengan pelanggan.

e. Komunikasi

Salah satu kontribusi penting dari ITIL Framework adalaah tersedianya komunikasi yang baik, dimana komunikasi ini akan memberikan pemahaman yang mendalam antara pelanggan dan perususahaan serta menghapus ambiguitas mengenai Service Level Agreement (SLA) yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Komunikasi yang baik ini juga memungkinkan adanya negosiasi antara kedua belah pihak apabila terjadi masalah, insiden, atau perubahan tertentu untuk ditemukan solusi yang saling menguntungkan( win-win solution).



Sumber :

http://sisteminformasi.blog.binusian.org/2014/03/30/evaluasi-penerapan-itil-pada-sistem-manajemen-service-deck/